Wawasan Kebangsaan
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Bangsa yang besar tercermin dalam
budayanya. Kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan
yang mengandung berbagai kemampuan dan nilai sosial budaya sebagai suatu
bangsa adalah menjadi kekuatan bangsa di dalam setiap kali menghadapi
ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dari dalam maupun dari luar, secara
langsung atau tidak secara langsung yang dapat membahayakan pertahanan
keamanan bangsa dan negara (Suhady dan Sinaga, 2006).,
Selanjutnya dinyatakan bahwa sosial dan budaya yang tumbuh dan
berkembang sangat beraneka ragam seiring dengan tempat (wilayah/daerah), etnis
dan suku daerah yang bersangkutan. Namun keanekaragaman tersebut dapat
sebagai perekat bangsa dan bahkan menjadi kekuatan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Mengapa kedudukan atau keberadaan sosial budaya dapat berperan
demikian, oleh karena nilai-nilai sosial budaya tersebut mengandung nilai antara
lain:
a) Adanya nilai kebersamaan dalam rangka mencapai tujuan;
b) Adanya nilai yang berperan sebagai aturan, ketentuan yang telah membudaya
dalam kehidupan kelompok masyarakat yang dijadikan acuan bagi anggota
masyarakat dalam rangka berbuat (sikap dan tingkah laku);
c) Hubungan kemasyarakatan yang saling menghormati dan menghargai dalam
kelompok-kelompok sosial yang dijadikan instrumen sosial dalam rangka
pelaksanaan tugas dan kegiatan-kegiatan sosial;
d) Adanya standar yang dijadikan sebagai tolok ukur dalam rangka menilai sikap
dan tingkah laku serta cara masyarakat mencapai tujuan;
e) Adanya rasa solider antar sesama, Artinya mengakui, menghargai dan
menghormati hak dan kewajiban serta hak asasi manusia dalam berbagai
hal/aspek (suku, keturunan, agama, kepercayaan, kedudukan sosial dan
sebagainya);
f) nilai persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa;
g) Nilai kesetiaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nilai-nilai sosial budaya tersebut merupakan dasar kekuatan untuk menyemangati
operasional bila datang ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap
ketahanan nasional dan sosial budaya yang tangguh dan ampuh merupakan
kekuatan bangsa Indonesia untuk menangkal setiap ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan baik dari luar maupun dari dalam dan keberadaan sosial
budaya sebagai kekuatan dan asset bangsa Indonesia disertai dengan
pembangunan sosial budaya merupakan kunci sangat strategis dalam
pembangunan nasional, dalam Suhady (2006: 82-84).Wawasan Kebangsaan
Home » All posts
Faktor yang mempengaruhi ketahanan Sosial Budaya
Wawasan Kebangsaan
Suhady dan Sinaga (2006) mengemukakan faktor-faktor yang
mempengaruhi ketahanan di bidang sosial budaya sebagai berikut:
a) Tradisi sosial
Tradisi sosial memberikan kepada masyarakat/ bangsa seperangkat nilai dan kaidah yang diperlukan untuk menjawab tantangan setiap tahap perkembangan. Tradisi sosial ini pada dasarnya bersifat dinamis, karena itu nilai-nilai serta kaidah-kaidah yang tidak dapat menjawab tantangan akan lenyap secara wajar. Dalam hal ini yang perlu dihindari adalah tradisionalisme, yaitu sikap atau pandangan menuju dan mempertahankan “peninggalan masa lampau secara berlebihan yang tidak wajar”.
Masyarakat harus dapat menilai dan menyadari bahwa suatu tradisi tertentu pada suatu tahap perkembangan mungkin tidak sejalan sehingga merugikan dan menghambat kemajuan.
b) Pendidikan
Pendidikan merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap ketahanan di bidang sosial budaya. Melalui pendidikan masyarakat akan memperoleh kemampuan untuk menilai tradisi yang sudah tidak sesuai lagi. Pendidikan bersifat mengubah secara tertib ke arah tujuan yang dikehendaki. Pendidikan dalam arti luas ialah usaha untuk mendewasakan manusia agar dapat mengembangkan potensinya serta berperan serta secara penuh dalam menumbuhkan kehidupan sosial sesuai dengan tuntutan zaman dan untuk itu diperlukan suatu sistem pendidikan yang kondusif sehingga mampu membawa masyarakat ke arah pencapaian tujuan.
Sistem pendidikan mempunyai berbagai sarana, diantara yang penting adalah:
(1). Seluruh aparatur pemerintahan modern;
(2). Sarana komunikasi massa;
(3). Pendidikan formal dan non formal;
(4). Sarana massa;
(5). Kehidupan kota.
Dalam masyarakat yang berkembang inisiatif pemerintah dan potensi yang ada merupakan yang paling kuat dan mampu menggerakkan pendidikan secara luas.
c) Kepemimpinan nasional
Untuk membina dan membangun masyarakat modern, diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa. Kepemimpinan yang demikian ditentukan oleh banyak faktor, yaitu pribadi (moral, akhlak, semangat, dan akuntabilitas) pemimpin, komitmen pimpinan, tujuan nasional, nilai-nilai sosial budaya, keadaan sosial atau masyarakat, sistem politik, dan ilmi Pengetahuan.
d) Tujuan nasional
Tujuan nasional dapat merupakan unsur pengarah, pemersatu, pemberi motivasi dan merupakan salah satu identitas nasional. Tujuan nasional selalu berintikan falsafah negara.
e) Kepribadian nasional
Kepribadian nasional merupakan hasil perkembangan sejarah dan cita-cita bangsa yang dirumuskan sebagai dasar kehidupan bangsa. Kepribadian nasional ini perlu dipupuk, dibina dan dimasyarakatkan pada setiap generasi karena kepribadian nasional inilah merupakan daya tangkal yang sangat strategis untuk menghadapi tantangan pengaruh asing.
f) Bidang Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan adalah upaya rakyat semesta dengan TNI dan POLRI sebagai intinya. Merupakan salah satu fungsi pemerintahan dalam menegakkan ketahanan nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan hasil perjuangan yang dilakukan dengan menyusun, mengerahkan serta menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam semua bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Wawasan Kebangsaan
Tradisi sosial memberikan kepada masyarakat/ bangsa seperangkat nilai dan kaidah yang diperlukan untuk menjawab tantangan setiap tahap perkembangan. Tradisi sosial ini pada dasarnya bersifat dinamis, karena itu nilai-nilai serta kaidah-kaidah yang tidak dapat menjawab tantangan akan lenyap secara wajar. Dalam hal ini yang perlu dihindari adalah tradisionalisme, yaitu sikap atau pandangan menuju dan mempertahankan “peninggalan masa lampau secara berlebihan yang tidak wajar”.
Masyarakat harus dapat menilai dan menyadari bahwa suatu tradisi tertentu pada suatu tahap perkembangan mungkin tidak sejalan sehingga merugikan dan menghambat kemajuan.
b) Pendidikan
Pendidikan merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap ketahanan di bidang sosial budaya. Melalui pendidikan masyarakat akan memperoleh kemampuan untuk menilai tradisi yang sudah tidak sesuai lagi. Pendidikan bersifat mengubah secara tertib ke arah tujuan yang dikehendaki. Pendidikan dalam arti luas ialah usaha untuk mendewasakan manusia agar dapat mengembangkan potensinya serta berperan serta secara penuh dalam menumbuhkan kehidupan sosial sesuai dengan tuntutan zaman dan untuk itu diperlukan suatu sistem pendidikan yang kondusif sehingga mampu membawa masyarakat ke arah pencapaian tujuan.
Sistem pendidikan mempunyai berbagai sarana, diantara yang penting adalah:
(1). Seluruh aparatur pemerintahan modern;
(2). Sarana komunikasi massa;
(3). Pendidikan formal dan non formal;
(4). Sarana massa;
(5). Kehidupan kota.
Dalam masyarakat yang berkembang inisiatif pemerintah dan potensi yang ada merupakan yang paling kuat dan mampu menggerakkan pendidikan secara luas.
c) Kepemimpinan nasional
Untuk membina dan membangun masyarakat modern, diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa. Kepemimpinan yang demikian ditentukan oleh banyak faktor, yaitu pribadi (moral, akhlak, semangat, dan akuntabilitas) pemimpin, komitmen pimpinan, tujuan nasional, nilai-nilai sosial budaya, keadaan sosial atau masyarakat, sistem politik, dan ilmi Pengetahuan.
d) Tujuan nasional
Tujuan nasional dapat merupakan unsur pengarah, pemersatu, pemberi motivasi dan merupakan salah satu identitas nasional. Tujuan nasional selalu berintikan falsafah negara.
e) Kepribadian nasional
Kepribadian nasional merupakan hasil perkembangan sejarah dan cita-cita bangsa yang dirumuskan sebagai dasar kehidupan bangsa. Kepribadian nasional ini perlu dipupuk, dibina dan dimasyarakatkan pada setiap generasi karena kepribadian nasional inilah merupakan daya tangkal yang sangat strategis untuk menghadapi tantangan pengaruh asing.
f) Bidang Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan adalah upaya rakyat semesta dengan TNI dan POLRI sebagai intinya. Merupakan salah satu fungsi pemerintahan dalam menegakkan ketahanan nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan hasil perjuangan yang dilakukan dengan menyusun, mengerahkan serta menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam semua bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Wawasan Kebangsaan
Faktor-faktor pendorong Perkembangan Sosial Budaya
Wawasan KebangsaanPada hakekatnya dinamika sosial dan kebudayaan akan terjadi pada setiap
masyarakat, tidak terkecuali pada masyarakat Indonesia. Pada masa lampau
Indonesia pernah mengalami kemajuan budaya yang sangat pesat, misalnya pada
masa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, dimana pengaruhnya masih
dirasakan oleh negara-negara tetangga sampai saat ini. Namun ironisnya, yang
terjadi saat ini kita malah tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara maju
lainnya.
Meskipun kita tidak mengalami kemandegan sama sekali (stagnan), namun
ternyata dari sisi kemajuan yang dirasakan masih tertinggal dengan negara-negara
tersebut, yang ternyata mengalami kemajuan yang lebih pesat.
Terdapat dua kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial
budaya masyarakat Indonesia, dimana kekuatan tersebut dapat memicu perubahan
sosial, yaitu:
a) Kekuatan dari dalam masyarakat itu sendiri (internal factor), seperti pergantian
generasi dan berbagai penenemuan dan rekayasa setempat.
b) Kekuatan yang berasal dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh
kontak-kontak antar budaya (cultural contact) baik secara langsung maupun
melalui persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang
pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan
masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka. Perubahan sosial
budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan
kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya
struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Wawasan Kebangsaan
masyarakat, tidak terkecuali pada masyarakat Indonesia. Pada masa lampau
Indonesia pernah mengalami kemajuan budaya yang sangat pesat, misalnya pada
masa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, dimana pengaruhnya masih
dirasakan oleh negara-negara tetangga sampai saat ini. Namun ironisnya, yang
terjadi saat ini kita malah tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara maju
lainnya.
Meskipun kita tidak mengalami kemandegan sama sekali (stagnan), namun
ternyata dari sisi kemajuan yang dirasakan masih tertinggal dengan negara-negara
tersebut, yang ternyata mengalami kemajuan yang lebih pesat.
Terdapat dua kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial
budaya masyarakat Indonesia, dimana kekuatan tersebut dapat memicu perubahan
sosial, yaitu:
a) Kekuatan dari dalam masyarakat itu sendiri (internal factor), seperti pergantian
generasi dan berbagai penenemuan dan rekayasa setempat.
b) Kekuatan yang berasal dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh
kontak-kontak antar budaya (cultural contact) baik secara langsung maupun
melalui persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang
pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan
masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka. Perubahan sosial
budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan
kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya
struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Wawasan Kebangsaan
UUD 1945 sebagai Landasan Sosial Budaya
Pembangunan aspek sosial budaya didasarkan atas cita-cita bangsa
Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia 1945 pada Alinea Keempat yang menyatakan sebagai
berikut:
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara
Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial……..”
Selanjutnya dalam pokok-pokok pikiran dalam Penjelasan Umum UUD 1945
antara lain dinyatakan sebagai berikut (catatan: sebelum UUD 1945 diamandemen):
“2. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
3. ……………
4. ….. negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab”.
Maka jelaslah bahwa aspek sosial budaya yang merupakan nilai-nilai yang
menjadi pedoman dalam membina kehidupan bagi bangsa Indonesia sebenarnya
telah mengakar dalam jiwa dan telah lama dipraktekan oleh bangsa Indonesia yang
kemudian digali dan dirumuskan dalam Konstitusi negara Indonesia itu sendiri.
Wawasan Kebangsaan
Dinamika Sosial Budaya Indonesia
Setiap kehidupan di dunia ini tergantung pada kemampuan beradaptasi
terhadap lingkungannya dalam arti luas. Akan tetapi berbeda dengan kehidupan
lainnya, manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif. Manusia
tidak sekedar mengandalkan hidup mereka pada kemurahan lingkungan hidupnya.
Budi daya dalam memanfaatkan akal dan kemampuan dibutuhkan dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya, dan hal itu tidak terlepas dari kemampuan membina hubungan
antar sesama anggota masyarakat tersebut dan mengelola lingkungan sebagai
sumber dalam memenuhi kehidupannya.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia mengelola lingkungan dan
mengolah sumberdaya secara aktif sesuai dengan seleranya. Karena itulah
manusia mengembangkan kebiasaan yang melembaga dalam struktur sosial dan
kebudayaan mereka. Karena kemampuannya beradaptasi secara aktif itu pula,
manusia berhasil menempatkan diri sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di
muka bumi dan paling luas persebarannya memenuhi dunia.
Di lain pihak, kemampuan manusia membina hubungan dengan
lingkungannya secara aktif itu telah membuka peluang bagi pengembangan
berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju peradaban. Dinamika sosial itu
telah mewujudkan aneka ragam masyarakat dan kebudayaan dunia, baik sebagai
perwujudan adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun
karena kecepatan perkembangannya.
Dinamika sosial dan kebudayaan itu, tidak terkecuali melanda masyarakat
Indonesia, walaupun luas spektrum dan kecepatannya berbeda-beda. Demikian
pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia pernah berkembang dengan pesatnya
di masa lampau, walaupun perkembangannya dewasa ini agak tertinggal apabila
dibandingkan dengan perkembangan di negeri maju lainnya. Betapapun,
masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam itu tidak pernah
mengalami kemandegan sebagai perwujudan tanggapan aktif masyarakat terhadap
tantangan yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam arti luas maupun
pergantian generasi.
Pengertian Sosial Budaya
Wawasan Kebangsaan
Sosial budaya terdiri dari dua kata, yaitu “sosial” dan “budaya”. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia Edisi ke Tiga Tahun 2002, dinyatakan bahwa kata “sosial”
mempunyai makna: (1) berkenaan dengan masyarakat; (2) suka memperhatikan
kepentingan umum (suka menolong, menderma, dsb). Sedangkan “budaya”
mempunyai makna: (1) pikiran; akal budi; (2) adat istiadat; (3) sesuatu mengenai
kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju); (4) sesuatu yang sudah
menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah. Dengan demikian “sosial budaya”
dapat diartikan sebagai “hal atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan untuk
menolong atau memperhatikan kepentingan umum”.
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “buddhaya” yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) yang diartikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebut “Culture”, yang berasal dari kata Latin “Colore”, yaitu mengolah atau
mengerjakan, dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “kultur”.
Jika dikaitkan dengan konteks kehidupan berbangsa, maka dapatlah dikatakan
bahwa bangsa Indonesia memiliki sistem sosial budaya yang tinggi, Artinya bahwa
Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai untuk senantiasa mengedepankan kepentingan
umum daripada kepentingan individu, suka menolong sesama dalam kehidupan
bermasyarakat.
Wawasan Kebangsaan
Faktor dalam Membangun Karakter Bangsa
Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber
daya alam yang dimiliki, tetapi kemampuan sumber daya manusianyalah yang
memegang peranan penting bagi berhasil tidaknya bangsa tersebut meraih citacitanya.
Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi dari sisi
sumber daya manusianya masih belum memiliki kualitas yang memadai, tetapi
sebaliknya, Jepang, misalnya, dari sisi sumber daya alamnya terbatas, namun dapat
ditunjang dari sisi sumber daya manusianya yang telah memiliki kualitas yang
sangat baik sehingga mereka menjadi negara yang sangat maju.
Suhady dan Sinaga (2006) menyatakan bahwa karakter manusia Indonesia
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara merupakan kunci yang
sangat penting untuk mewujudkan cita-cita perjuangan guna terwujudnya
masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan Pancasila.
Dikatakan penting karena karakter mempunyai makna atau nilai yang sangat
mendasar untuk mempengaruhi segenap pikiran, tindakan, dan perbuatan setiap
insan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai
tersebut meliputi:
a) Nilai kejuangan;
b) Nilai semangat;
c) Nilai kebersamaan atau gotong royong;
d) Nilai kepedulian atau solider;
e) Nilai sopan santun;
f) Nilai persatuan dan kesatuan;
g) Nilai kekeluragaan;
h) Nilai tanggung jawab.